darmawan @_dickyd
belok kiri lurus wae Joined May 2020-
Tweets141
-
Followers65
-
Following129
-
Likes369
buah, daging, sayur mahal di negara tropis. ikan mahal di negara maritim. minyak goreng mahal di negara sawit. penghasilan rendah di negara kaya sumber daya. wkwkwk, what a country 🥰
Orang Indo itu semiskin itu coi, pengeluaran perkapita 10 jutaan udah 0,4% Artinya gaji 20-30 juta yang pengeluaran buat seorang 10 jutaan udah di pucuk. Ya di 1% itu masih timpang, pucuknya di sebaran 1% yang kaya dari ekstraksi alam (public goods) perlu di redistribusi.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, bencana makin parah, biaya hidup makin mahal. Dari banjir, karhutla, sampai cuaca ekstrem, krisis iklim makin terasa di kehidupan sehari-hari. Tapi, apa kerja pemerintah?
Manteman coba siapin emergency bag juga deh. Indonesia kan negara yang rawan bencana alam, ya. Ditambah pemerintahnya kayak eek. Satu tas begini bisa diisi kebutuhan esensial untuk bertahan hidup selama seminggu. 1 orang 1 tas, ya. Buat anak-anak juga perlu disiapin.
Baru kelar update isi emergency bag. Yang ga ke-ss di bagian bawah ada gloves, personal medications, powerbank. Pas berita tentang Nankai Megathrust warning baru keluar beneran panik karena emergency bag udah lama banget ga dicek isinya. Sekarang agak ayem deh.
- gak boleh jadi bencana nasional - gak boleh terima bantuan asing - gak boleh liput kondisi lapangan - gak boleh mengkritik pempus bolehnya orang sumatra cuma mati diam kelaparan dalam gelap
Penipuan modus "barang tertukar/rusak" ini sangat meresahkan. Sudah banyak korbannya, kerugian dari 5 sampai 100 juta per orang. Semua mudah percaya krn penipu punya info lengkap isi paket, nama penerima, alamat, kontak, etc. Darimana didapat info2 itu? Salah satunya:
1000 kematian 0 minta maaf 0 masuk penjara
#intinyadeh jurnalis Kompas TV, Davi Abdullah, HP nya dirampas anggota TNI & rekaman liputan dihapus paksa pas lg ngeliput di posko Lanud Sultan Iskandar Muda. Davi lg persiapan liputan live, lalu liat & rekam ada rombongan bbrp org turun dr mobil, pake emblem Malaysia. (1/4)
Ada apa kok harus hapus!? Tempo.co: Komite Keselamatan Jurnalis mengecam dugaan intimidasi sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia atau TNI terhadap jurnalis Kompas TV Aceh. Davi Abdullah. Dalam keterangannya, KKJ menduga sejumlah prajurit telah merampas dan
Tahukah Anda bahwa dalam 50 tahun terakhir, Sumatera telah melakukan trik sulap terbesar dalam sejarah peradaban kita, di mana jutaan hektare hutan rimbun diubah menjadi kebun monokultur dan tanah gersang—tanpa suara, tanpa jejak, dan sering kali dianggap legal berkat secarik kertas bernama izin. Akibatnya, harimau kehilangan rumahnya lebih cepat daripada kita kehilangan integritas dalam menjaga paru-paru dunia. Penulis: ET Hadi Saputra, (12-12-2025) Mari kita bicara santai sejenak. Anggap saja kita sedang duduk di kedai kopi, menyeruput robusta Lampung, sambil memandang peta hutan Sumatera—bukan peta wisata. Jika Anda melihat infografis tutupan hutan Sumatera dari 1975 hingga 2025, Anda tidak sedang melihat data, melainkan obituari: surat kematian massal. Warnanya berubah drastis—from hijau tua menjadi kuning, cokelat, hingga botak plontos, mirip kepala pejabat yang kebanyakan mikir proyek. Lima puluh tahun cukup singkat bagi umur bumi, tapi cukup lama bagi kita untuk menghabisi warisan jutaan tahun. Dulu Sumatera disebut "The Emerald of the Equator", Zamrud Khatulistiwa. Kini lebih pantas "The Palm Oil of the Equator". Saya tertawa miris karena ironinya terasa pahit di lidah. Secara hukum, kita punya segudang aturan tebal dan canggih: Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Lingkungan Hidup, istilah seperti Sustainable Development, Green Economy, hingga Intergenerational Equity. Membacanya, mahasiswa hukum semester satu pasti mengira negara ini surga ekologis. Faktanya? Nol besar. Hukum tajam ke penebang liar yang cari nafkah, tapi tumpul—bahkan patah—saat berhadapan dengan korporasi pemegang HGU. Hutan lindung disulap statusnya lewat "alih fungsi lahan"—bahasa halus untuk pemusnahan fungsi alam. Di mata hukum administrasi, perizinan adalah raja. Membabat ribuan hektare jadi prestasi ekonomi: pendapatan daerah naik, devisa naik. Tapi biaya sebenarnya—banjir Bengkulu, longsor Sumatera Barat, asap Riau—tidak pernah masuk neraca perusahaan sawit atau bubur kertas. Yang bayar? Rakyat kecil. Pasal 33 UUD 1945 menyatakan bumi dan air dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat—artinya dijaga, bukan diobral. Jika hutan habis dan rakyat kebanjiran, di mana kemakmurannya? Hanya untuk segelintir orang yang punya akses stempel basah di Jakarta? Kita juga lupa hukum adat. Masyarakat adat menjaga hutan ratusan tahun sebelum negara berdiri, dengan kearifan lokal yang melarang tebang sembarangan. Kini dilindas ekskavator atas nama investasi. Hukum positif sombong, menganggap hukum adat kuno dan menghambat pembangunan. Padahal hutan adat masih utuh, sementara hutan negara gundul. Aneh, bukan? Polanya menjijikkan: tebang hutan (cuan pertama), tanam sawit (cuan kedua), tinggalkan tanah rusak (bencana buat rakyat). Aktivis lingkungan yang protes dituduh anti-pembangunan. Sarkasme terbesar: merayakan Hari Lingkungan Hidup dengan tanam seribu pohon di halaman kantor gubernur, sementara sejuta pohon ditebang di belakang. Kita butuh revolusi hukum. Hukum tak boleh lagi jadi stempel legalisasi kerusakan. Pendekatan ultimum remedium dalam kasus lingkungan harus dibuang; pidana harus di depan untuk kerusakan masif: sita aset, miskinkan pelaku, pulihkan alam. Berani? Saya ragu. Terlalu banyak kepentingan dan amplop di bawah meja. Jadi, 50 tahun hilangnya hutan Sumatera bukan takdir, melainkan pembunuhan berencana—pelakunya keserakahan yang berselingkuh dengan kekuasaan, dinikahkan oleh hukum lemah syahwat. Jika tren ini berlanjut, 50 tahun lagi anak cucu kita tak akan tahu Harimau Sumatera selain dari video YouTube lawas. Mereka tak akan rasakan sejuknya Bukit Barisan—hanya panas, debu, dan dongeng tentang pulau hijau yang dulu ada. Cerita tragis karena kita terlalu sibuk menghitung laba sampai lupa cara bernapas. #hutanSumatera #deforestasi #hukumlingkungan #bencanaekologis #kritis #ethadisaputra #majalahforumkeadilan #sumatra #lingkunganhidup #saveforest
Pemasangan bendera putih menjadi simbol masyarakat menyerah dan tidak sanggup mengatasi dampak bencana. 📷Tempo/Ilham Balindra
@IndoPopBase Minggu lalu ada kasus Tumbler hilang yang berujung pemecatan Minggu ini ada kasus ratusan nyawa hilang tapi sampai detik ini ga ada yang dipecat
🫐 @berry_manuka
41 Followers 49 Following
. @jimmnya
110 Followers 130 Following
🤷🏻♀️ @rizkiajagimana
188 Followers 197 Following “sometimes u dont get the text but u get the message”
FRM @fahrainrm
5 Followers 17 Following
jambon @pmonalisa_
110 Followers 151 Following
🌸 @Shiningn8clouds
26 Followers 218 Following
888 @lowkeeeeyyyyy
386 Followers 420 Following
Rarassekti @RarasSekti
44 Followers 362 Following
als @rjalmaa
63 Followers 56 Following
Rara andriana @Raraandriana5
22 Followers 36 Following
Ariff @arifffathin
54 Followers 61 Following
dimª @bdazach29
24 Followers 20 Following
x @wahyulrs
44 Followers 91 Following Not every girl want to be princess , some want to be a queen 👑
indah fauzi @iiiiiinnnnnn
191 Followers 273 Following
MIRANDA @mbakmir_
477 Followers 463 Following
; -lagi gak buka akun... @arviamaharhani
351 Followers 279 Following As Rabbi Nachman of Breslov said, “The day you were born is the day God decided that the world could not exist without you.”
. @fitraaasa
650 Followers 349 Following
Mayang Refamala @refamalamay
37 Followers 88 Following
nikmats @LulukNikmats
71 Followers 73 Following
Nuhab Mujtaba @nuhabmujtaba
226 Followers 242 Following
Waleed @WaleedZak1_
1K Followers 132 Following #FPL Manager. ̶e̶x̶p̶e̶r̶t̶ - High Ticket Closing - Appointment Setter - Muslim
FPL Si Elang Hitam �... @FPL_sieltam
14K Followers 3K Following 1× Top 10K • 2× Top 25K • 3× Top 50K 🌍 • Analytics 📊 • @ThePFSA Football Analyst Lv.1 • 🏆 Liga FPL & UCLFantasy w/ @toshibatv_id masih dibuka! Link 🔗⬇️
🫐 @berry_manuka
41 Followers 49 Following
princess consuela ban... @italydinners
1K Followers 452 Following 성재와 도운이 동갑 친구 // terlalu personal untuk akun kpop, terlalu kpop untuk akun personal.
Sobat Bandar @SobatBandar
32K Followers 35 Following Belajar dan trading saham IHSG bareng demi cuan bareng-bareng Untuk registrasi Team Sobat Bandar (TSB), klik link dibawah ini 👇
. @jimmnya
110 Followers 130 Following
ʚp @rougetoffee
93 Followers 49 Following
Kereta Api Indonesia @KAI121
1.3M Followers 19 Following Official X, Layanan Pelanggan PT Kereta Api Indonesia Official WhatsApp: 0811-2223-3121 (Waspada WhatsApp/akun scam mengatasnamakan KAI) 📞: 121 📧: [email protected]
🤷🏻♀️ @rizkiajagimana
188 Followers 197 Following “sometimes u dont get the text but u get the message”
▫️ @azureaquaa
3K Followers 872 Following loving you is healing my soul. -aratiararismala ✨business 👉 https://t.co/GPKDSps8bz
cdr @cdrrrr28_
65 Followers 37 Following
Aulia Rachmi @richandgrateful
456 Followers 148 Following
HRD BACOT @hrdbacot
990K Followers 1K Following 👅bacotannya HRD |📱 grup telegram https://t.co/7jtAQ4D8C5 |👩💻 post loker tag pake #lokercot FREE | 📧 business & inquiries: 0878 1222 8808 / [email protected]
𐙚 mayday @mpitaahh
1K Followers 196 Following “sebutir pasir di padang pasir saja bergerak atas ijin Tuhan” | ESTJ-A
🌸 @Shiningn8clouds
26 Followers 218 Following
888 @lowkeeeeyyyyy
386 Followers 420 Following
miliearly🧚🏻�... @jaejahehyun
75 Followers 64 Following Miliearly Store🪩 rekber welcome💸 via whatsapp for fast response💌💅🏻
Rara andriana @Raraandriana5
22 Followers 36 Following
Bank Indonesia @bank_indonesia
796K Followers 14 Following The official Twitter of Bank Indonesia (Central Bank of Indonesia) Address : M.H. Thamrin No. 2, Jakarta 10350 email: [email protected], BICARA: (021) 131
Agung @agunghilda
347 Followers 335 Following
Rarassekti @RarasSekti
44 Followers 362 Following





































































