aruzza @aruzmn
Hehe Bogor, Jawa Barat Joined December 2018-
Tweets2K
-
Followers26
-
Following47
-
Likes5K
Berasa main fesnuk pas SMP
Kalau emang ada service charge keknya emang ya udah masing2 aja Tapi asa ga enak aja liat meja berantakan
Lama2 kok kek gufron ngomongnya
Ya ampyuuuunn..🤦♂️🤦♂️ Presiden kok gini kaliii..😱😫
@tirta_cipeng DODOLANKU PARTS KOMPUTER, NGANGGO DOLLAR KABEH REGONE, JEMBUT NEGORO KI WATON MUNI, MUGO NGISING LINGGIS PEJABAT PEJABAT RA NDUWE UTEK 🫵😡
Udah segitu banyaknya clip terkait doi anti kritik, kok ya masih dipilih yassalam
Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media. Letkol Teddy Indra Wijaya. Sekretaris Kabinet. Bukan menteri. Bukan jenderal bintang empat. Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas. Apa yang terjadi di bencana Sumatra dan di mana Teddy masuk: Akhir November 2025. Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. BMKG sudah memberikan peringatan delapan hari sebelumnya. Tidak ada rapat darurat. Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat. Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa. Rapat soal koperasi. Ketemu Menteri Kelautan. Menerima Ratu Belanda. Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar. Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang. Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh. Lebih dari tiga minggu di lapangan. Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan. Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat. Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi. Rina melakukan siaran langsung. Dia tumpahkan semua yang dia lihat. Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet menonton siaran itu dari Jakarta. Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk. Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti. Bukan insiden tunggal ini pola: Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa. Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon. "Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya." "Tapi memang belum ada bantuan. Faktanya begitu." "Cerita soal dampaknya aja. Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk." Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja." "Maksa banget," kata Indira. Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar: Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman. Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan. Yang ada adalah telepon. Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu. Tidak perlu SK. Tidak perlu aturan resmi. Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan. Apa yang dilakukan Teddy? Persis sama. Menelepon pemilik media. Mengamuk. Meminta pemred diganti. Tanpa surat resmi. Tanpa proses hukum. Cukup satu telepon. Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain: Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo. Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda. Lebih profesional. Lebih terukur. Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif, bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana. Bukan mengontrol berita palsu. Bukan melawan disinformasi. Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang. Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli: Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab. Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada bantahan. Hanya diam. Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan. Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar. Dan sistem seperti itu pernah kita kenal. Namanya Orde Baru. Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.
Susah punya pemimpin pengennya main presiden2an mulu
Masih ga habis pikir, kenapa ada orang yang pilih wowo di pilpres kemaren. Lihatlah saat wowo jawab pertanyaan Pak Anies, semua dilandasi rasa dendam dan kebencian! Jahat sekali mulutnya
Guys, Felix Siauw baru ngomong sesuatu di podcast Helmy Yahya yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari seorang ustaz Indonesia dalam waktu lama. Dan intinya satu kalimat yang langsung dilontarkan: "Orang Indonesia tidak pernah menjadi Islam." Bukan karena KTP-nya. Tapi karena cara berpikirnya. Masalah pertama kita salah paham soal tawakal: Felix kasih contoh yang sangat konkret. Ada pesantren roboh. Respons orang Indonesia: "Qadarullah, ini takdir Allah." Felix langsung potong: itu bukan tawakal. Itu kebodohan yang dibungkus agama. Karena setiap insinyur teknik sipil yang melihat bangunan tiga lantai dengan pondasi yang salah sudah bisa prediksi itu akan roboh. Tidak perlu menunggu roboh untuk tahu. Dan kalau kita sudah tahu sebabnya tapi tidak dikerjakan lalu ketika roboh bilang qadarullah itu bukan pasrah pada Allah. Itu menyalahkan Allah atas kelalaian kita sendiri. Rasulullah memakai baju besi dua lapis di medan perang. Seorang sahabat tanya kenapa. Jawabannya sederhana: karena sebab akibat adalah bentuk tawakal yang sesungguhnya. Bekerja sekeras mungkin baru serahkan hasilnya. Masalah kedua "enggak apa-apa mereka ambil dunia, yang penting kita akhirat" Felix bilang dia ingin kritik keras kalimat ini. Karena logikanya terbalik total. Cara masuk surga menurut ulama ada empat: dengan ilmu, dengan kekuatan, dengan harta, atau dengan doa. Kalau kamu tidak punya ilmu, tidak punya kekuatan, tidak punya harta kamu hanya tersisa doa. Dan kalau kamu bilang "yang penting akhirat" sambil tidak mengerjakan satu pun dari empat jalan itu dengan serius kamu sedang tidak mengejar akhirat. Kamu sedang memakai akhirat sebagai alasan untuk tidak berusaha. Rasulullah miskin bukan karena tidak bisa kaya. Beliau miskin karena memilih memberi semua yang dimiliki kepada yang membutuhkan. Miskin by choice bukan miskin karena tidak punya pilihan. "Kalau dunia aja kamu enggak bisa nguasain, jangan ngomong akhirat. Akhirat itu lebih susah dari dunia." Masalah ketiga tidak ada critical thinking: Ini yang paling mendasar dan paling merusak menurut Felix. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah adalah iqra baca, berpikir, analisa. Di saat itu bahkan tidak ada buku. Tidak ada perpustakaan. Artinya perintah iqra bukan sekadar membaca teks tapi perintah untuk berpikir kritis terhadap segala sesuatu. Tapi apa yang terjadi di Indonesia? Pertanyaan dibungkam. Otoritas tidak boleh diganggu gugat. Santri yang dilecehkan menerima karena percaya itu "ritual penyucian." Orang tua yang anaknya diperlakukan tidak wajar diam karena takut melawan ulama. Felix bilang ini adalah abuse of authority yang masif dan akarnya adalah ketidakmampuan berpikir kritis yang sudah ditanamkan sejak kecil. Padahal bahkan Rasulullah sendiri melatih sahabat untuk tidak buta taat. Ada sahabat yang diperintahkan pemimpinnya masuk ke dalam api sebagai hukuman. Mereka ragu dan datang bertanya ke Rasulullah. Jawaban Rasulullah: "Untung kalian tanya aku. Kalau kalian masuk, kalian tidak akan keluar selamanya." Dari situ keluar hadis: taatlah kepada makhluk selama tidak bermaksiat kepada Allah. Artinya Islam dari awal mengajarkan untuk mempertanyakan bahkan otoritas. Masalah keempat faktor struktural yang sering dilupakan: Felix tidak hanya menyalahkan internal. Ada faktor eksternal yang sangat besar yang tidak boleh diabaikan. Di zaman kolonial Belanda, ada sistem pembagian kelas berdasarkan akta kelahiran STBL. Kelas pertama orang Eropa. Kelas kedua orang Arab, India, Cina. Kelas ketiga pribumi dan pribumi Muslim ada di posisi paling bawah. Akta kelahiran itu menentukan siapa yang boleh sekolah di mana, siapa yang boleh masuk restoran mana, siapa yang boleh masuk pemerintahan. Bukan soal kemampuan tapi soal sistem yang dirancang untuk memastikan satu kelompok tidak bisa mengakses kekayaan dan pengetahuan. Itulah mengapa sampai hari ini di daftar orang terkaya Indonesia dan dunia dominasi Muslim sangat kecil dibandingkan populasinya. Ini bukan semata karena etos kerja. Ini juga karena sistem yang dibangun ratusan tahun untuk menutup akses. Korelasi yang menarik antara keyakinan dan peradaban: Felix membawa temuan arkeologi di Gobeklitepe, Turki bangunan berusia 11.000 tahun yang mendahului rumah dan ladang pertanian. Para arkeolog menyimpulkan bahwa manusia tidak membangun keyakinan setelah perutnya kenyang. Justru sebaliknya keyakinan dibangun dulu, baru peradaban lain mengikuti. Ini membalik teori lama bahwa agama adalah produk kemakmuran. Ternyata keyakinan adalah fondasinya. Tapi ada yang salah kaprah. Felix memisahkan dengan jelas: bukan agamanya yang menentukan maju atau mundur suatu bangsa tapi kepedulian. Romawi maju bukan karena agama tertentu tapi karena mereka peduli pada kotanya, pada infrastrukturnya, pada warganya. Ketika kepedulian itu hilang Romawi hancur. Bukan karena Tuhannya berubah. Felix menyimpulkan dengan satu pertanyaan keras yang ditujukan kepada dirinya sendiri dan seluruh ulama Indonesia: "Rasulullah bilang ilmu dicabut dengan wafatnya para ulama. Ketika ulama pergi tanpa meninggalkan warisan berpikir yang benar yang terpilih adalah pemimpin-pemimpin bodoh. Dan pemimpin bodoh membuat kebijakan bodoh yang menghancurkan umatnya." Artinya yang paling bertanggung jawab atas kondisi umat bukan politisinya. Bukan penjajahnya. Tapi mereka yang seharusnya mendidik cara berpikir dan memilih untuk tidak melakukannya. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan podcast Helmy Yahya bersama Felix Siauw. Semua pandangan adalah pendapat pribadi narasumber dalam konteks diskusi keagamaan dan peradaban. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi referensi sejarah dan hadis dari sumber primer.
@ChoiruddinAsyar @arteripim @ImamBesar212 Kan yg negur juga rakyat kecil, setara, sah2 aja dong
@ChoiruddinAsyar @ImamBesar212 Pejabat aka pemerintah itu representasi masyarakatnya, dan ternyata bener kan, pejabatnya korup eh masyarakatnya juga
Kejadian di temen w dulu. Sampe akhirnya ga kuliah selama 2 semester. Berakhir lanjut kuliah dengan UKT dibantuin dari semacam patungan alumni (seinget w).
"Pak TU Kampus" "Iya gimana?" "Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?" "Coba saya cek, kasih nama sama NIM?" "Debi Pak, ini NIM saya." "..." "Ini ibu kamu PNS? Dosen?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR
Guys, ada momen di rapat DPR seorang anggota DPR marah dan heran Dan yang ngomong ini bukan aktivis. Bukan pengamat. Ini anggota DPR sendiri yang semprot Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara langsung di depan muka. Pertanyaan yang paling mendasar yang dia lempar: Kalau kita sudah punya big data orang datang ngurus KTP masa dimintain fotokopi KK lagi? Gua punya KTP untuk apa? Masih dimintai fotokopi KTP. Kan aneh. Surat lahir, surat baptis masih diminta. Wah, pusing. Negara kita kayak begini. Ini bukan pertanyaan teknis yang butuh jawaban panjang. Ini pertanyaan yang semua orang Indonesia pernah tanyakan dalam hati setiap kali berurusan dengan birokrasi. Dan jawabannya tidak pernah memuaskan selama puluhan tahun. Faktanya yang bikin makin miris perbandingan dengan Malaysia: Indonesia punya e-KTP sejak 2011. Ada chip NFC. Ada data biometrik. Teknologinya canggih. Anggarannya triliunan rupiah. Malaysia punya kartu yang secara teknologi identik namanya MyCAD. Bedanya satu hal: Malaysia benar-benar memakainya. Di Malaysia mau isi BBM subsidi tinggal tap MyCAD di pompa bensin. Sistem langsung cek identitas, cek kuota, kasih harga subsidi otomatis. Tidak perlu antri. Tidak perlu surat keterangan. Tidak perlu aplikasi. Tidak perlu fotokopi. Setiap warga dapat kuota 200 liter per bulan. Kalau kuota habis bayar harga normal. Tidak bisa diakali. Kalau ketahuan curang kuota diblokir permanen. Hasilnya: pemerintah Malaysia hemat RM600 juta per bulan. Penjualan diesel bersubsidi turun 30%. Penyelundupan langsung terdeteksi. Indonesia? e-KTP yang sama teknologinya selama 15 tahun masih dipakai untuk difotokopi. Dan ini yang paling menohok dari seluruh pidato itu: Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini. Karena enggak pernah kelar. Kalimat itu keras. Tapi tidak salah. Soal pemborosan anggaran yang berlangsung setiap tahun: Ini yang menurut gue paling menyakitkan secara fiskal. BNI punya data nasabah sendiri. Pertamina buat sistem data sendiri untuk subsidi. KPU setiap pemilu buat pendataan pemilih sendiri yang nilainya triliunan setiap siklus. BPJS punya database sendiri. Kemendikbud punya data sendiri. Kemensos punya data sendiri. Semua lembaga membangun silo data masing-masing. Semua dengan anggaran masing-masing. Semua dengan vendor masing-masing. Semua dengan tender masing-masing. Dan di ujung semuanya data tetap tidak terintegrasi. Rakyat tetap diminta fotokopi KTP setiap kali berurusan. Kita kalau urusan ngamburin uang tuh juara satu. Untuk data saja triliunan kita buang tiap tahun. Cerita yang paling menyentuh dan ini yang paling human: Anggota DPR ini bercerita soal kondisi di dapilnya di Kalimantan Utara. Banyak warga dari NTT, NTB, Toraja yang kerja di Malaysia banyak secara ilegal. Ketika mereka diusir setelah tidak digaji atau dieksploitasi paspor dan KTP mereka sudah disita oleh majikan. Mereka pulang ke Kalimantan tanpa dokumen. Tanpa uang. Tanpa apa-apa. Dan ketika mereka coba mengurus KTP baru mereka diminta KK. Diminta fotokopi KTP lama yang sudah disita. Diminta surat lahir yang ada di kampung di NTT yang jauh. Untuk makan aja enggak ada. Sekarang mereka terkapar di perkebunan-perkebunan, digaji di bawah UMR, enggak punya BPJS, enggak punya apa-apa. Dan sistem birokrasi yang seharusnya melindungi mereka justru menjadi tembok yang tidak bisa ditembus. Makanya saya bilang KTP itu hak asasi. Soal keamanan data ini juga perlu diangkat: Dia menyebut setiap hari dia menerima minimal 50 WhatsApp dan telepon yang menawarkan emas, saham, investasi bodong. Gimana keamanan data kita ini? Siapa yang harus bertanggung jawab? Masa kita terus diganggu hal seperti ini? Dan tidak ada jawaban jelas apakah yang bocor itu data adminduk, data bank, atau data operator telekomunikasi. Tidak ada institusi yang maju mengambil tanggung jawab. Solusi yang dia minta dan ini bukan permintaan yang rumit: Satu — sinkronisasi semua data di bawah satu gatekeeper. Kemendagri sebagai pemegang e-KTP harus jadi koordinator. Semua lembaga lain berhenti bikin database sendiri. Dua — chip e-KTP harus diaktifkan untuk semua layanan publik. Tidak ada lagi fotokopi. Tidak ada lagi surat lahir. Cukup tap kartu. Tiga — presiden harus turun tangan dan memerintahkan sinkronisasi ini di level ratas. Karena tanpa political will dari atas tidak ada satu lembaga pun yang akan mau menyerahkan kewenangan datanya. "Jangan nanti KPU dibentuk, tahun berikutnya mengusulkan 2 triliun untuk identifikasi pemilih. Enggak habis-habis kalau begitu terus." Sudah 80 tahun merdeka. Sudah 15 tahun punya e-KTP. Dan kita masih dimintai fotokopi KTP untuk mengurus KTP. Kalau itu bukan kegagalan sistemik yang harus dipertanggungjawabkan gue tidak tahu apa lagi namanya.
Jawaban yg sungguh epic
Baik, ini pertanyaan yang sangat menggelitik bagian otak saya yang selalu ribut. Pertama, Rene Descartes dengan quotenya Cogito Ergo Sum mengatakan bahwa "aku berpikir maka aku ada". Kedua, Martin Heidegger tidak berhenti disitu, tapi menambahkan tentang Dasein yang menambahkan
Emang yg dapet MBG miskin semua? Berkilah mulu pake bawa2 nama rakyat miskin Blok
Update negara kecintaan kita hari ini: - Rupiah melemah di 17.063 per 1 USD - IHSG anjlok di 6.971 - Tabungan pemerintah di BI tersisa 120T Sementara itu, BGN beli 25.000 sepeda listrik senilai 49 juta per motor, atau 1,22 T in total.. Gak paham lagi gue
@ZellR19 @tanyarlfes Better kalo jeansnya warna hitam, converse sebenernya sepatu sport (basket) tapi karena udah jadi sepatu casual (apalagi kalo warna hitam) masih aman
Muu @muustardsauce
1 Followers 8 Following
YippieYupi @yippieyupii
88 Followers 234 Following
BURGER BOX BOGOR 17K @_burgercan
56 Followers 178 Following Burgercan? Burger & Hotdog Ig: _burgercan Bogor
AMG161 @AMG161
40 Followers 63 Following One who helps you once is a friend. One who helps you many times is a family. One who helps you all the time is a true friend.
sugaarrr❄ @syarifahnesyaa
42 Followers 65 Following
𝙅𝙖𝙣 @nvauzan
293 Followers 325 Following
𝑹𝒂𝒄𝒉.♡ @RachmaFzy
348 Followers 344 Following Personal account. Rachma Fauziyah the name she goes by.
R_ @Khairudin_Nwi
83 Followers 166 Following
Anita Septiani @septiani_anita
196 Followers 160 Following
Muhammad Zahrawi @mhmmdzhrw
2K Followers 763 Following Indonesian Writer - Islam, Society, Philosophy, and Short Stories | 99 names of Allah series | @ztickyworkz 🙋 Connect with me @ https://t.co/8qu9xjtprv
Muu @muustardsauce
1 Followers 8 Following
People Got F💀 Up @Beforeincidents
245K Followers 22 Following Shocking, ouch, meme, incident Footage from around the world 🌍. DMs for Promo/Collab 🤝
People with 1 IQ @Pplwith1IQ
672K Followers 3 Following compiled from people with questionable IQ.(parody account)
ARIE KRITING @Arie_Kriting
746K Followers 1K Following Comedian, Melanesian, Indonesia Contact : 0858-8533-0430 Andri (WA Only 🙏🏽)
cats with jobs 🛠 @CatWorkers
2.3M Followers 357 Following Good cats being workers • [email protected]
Images That Make You ... @ManMilk2
1.5M Followers 604 Following You’re gonna leave here in a whole lot of pain 😣 @roobet
Seputar Tetangga @SeputarTetangga
314K Followers 1K Following Tempat curhat seputar tetangga dan lingkungan. Please cek pinned.
Klipz Entertainment @klip_ent
494K Followers 38 Following We repost bangers. Viewer discretion is advised. submit your viral content.
MIXUE RAGUNAN @tanganbelang_tb
25K Followers 732 Following Yang punya pergi. Maka, tempat ini kami akuisisi.
Acho @MuhadklyAcho
71K Followers 628 Following Komedian, Penulis & Sutradara. AGAK LAEN | INDUK GAJAH | GARA-GARA WARISAN | GHOST WRITER 2. ▫️IG: muhadkly ▫️ Contact: DIVA 087781341841 (WA)
BMKG @infoBMKG
10.1M Followers 40 Following The official Twitter of BMKG Indonesia - Twitter resmi BMKG - Informasi Cuaca, Iklim, dan Gempabumi di Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
YippieYupi @yippieyupii
88 Followers 234 Following
Marvel Menfess @Marvfess
107K Followers 4K Following An automatic base for Marvel Enthu | Kirim menfess lewat https://t.co/iHjDT1NH9B | Pengaduan/PP : @marvffess & https://t.co/cJwIN70X9J | Admins : (🐚) , (🐝) , (🐱) , (🐹)
MySkill - Si Paling B... @myskill_id
420K Followers 316 Following Ngetweet Soal Pengembangan Skill & Persiapan Karir. Suka ngobrol di Twitter Space sama @hrdbacot | Ada 1.400+ Materi eLearning, Online Bootcamp & Review CV
Txt dari Gadget @txtdarigadget
25K Followers 7 Following Media for gadget and tech. Business: 0821-1002-3002 (Toni)
AMG161 @AMG161
40 Followers 63 Following One who helps you once is a friend. One who helps you many times is a family. One who helps you all the time is a true friend.
A.T.B @anaktwbogor
4K Followers 37 Following Akun ofisial Anak Twitter Bogor. Sebuah komunitas yang akan menemukan dirimu dengan teman-teman baru yang satu frekuensi.
Txt dari Cowok @txtdaricowok
86K Followers 42 Following Membahas kelakuan, habit dan barang-barang cowo | Business: +62 856-1660-100 (Putu)
Muklis Nonton @tvindonesiawkwk
840K Followers 143 Following Internet personality who watch and rants about Film, Shows, TV and Media. 🎬📺 | DM for business inquiries.
txtdaricowo - submit ... @txtdaricowo
100K Followers 0 Following NOT A MENFESS/AUTOBASE ACCOUNT - Kumpulan screenshot texting, DM, dan reply cowok. DM for submissions.
txt onlineshop @txtdarionlshop
1.1M Followers 0 Following ih lucu, beli! 😆 | everything about e-commerce, product, brand marketing and news update ‼️ AFFILIATOR WAJIB CEK PINNED ‼️
Sparco DeFi @DefiSparco
609K Followers 2K Following 🚀 DeFi influencer & project promoter | Sparco DeFi | 🌐 Web3 strategy | Helping crypto projects grow & connect #BTC #Binance #ETH
txtdaribrand @txtfrombrand
374K Followers 1K Following Brand kalo lagi gak akur, iya betul brandtem. Submit atau spill via DM | Minbrand | E-mail: [email protected]
sugaarrr❄ @syarifahnesyaa
42 Followers 65 Following
Matthew G @matthewgrok
1.3M Followers 15K Following Full Time Investor $BTC | $ETH ⚡️ | Helping brands grow through visibility & community 🌍
txtdaribogor @txtdaribogor
242K Followers 981 Following Bogor kota indah sejuk yoman | Submit via DM | Email [email protected]
𝙅𝙖𝙣 @nvauzan
293 Followers 325 Following
𝑹𝒂𝒄𝒉.♡ @RachmaFzy
348 Followers 344 Following Personal account. Rachma Fauziyah the name she goes by.
R_ @Khairudin_Nwi
83 Followers 166 Following






























