lagi bengong pas jaga malem di IGD, terus bayangin nanti nama gue ada di grup
operan koas.
"Guys, kalau sama dr. jap, Sp. B, AMANNN, Dokternya baik banget, kalo ikut OK malah disuruh asistensi, diajarin banget sampe paham. Kalo poli disuruh duduk, dikasih makan juga WKWKWK. Terus kalo ujian nilainya aman sentosa, gabisa jawab bukannya dimarahin malah dijelasin sampe ngerti. Bimbingannya seru, ilmunya dapet, gabuat gakut buat belajar.
ONE DAY jadi perceptor gokil yang difavoritkan anak-anak koas yang banyak ngantuknya itu.
Terapi Jangka Panjang Asma Pada Anak - Dirangkum berdasarkan PNAA IDAI 2022 dan GINA 2026
Tujuan terapi jangka panjang asma anak:
1. Mengendalikan gejala
2. Mencegah eksaserbasi
3. Menjaga fungsi paru dan tumbuh kembang
4. Menekan efek samping obat
Kortikosteroid inhalasi (ICS) menjadi fondasi karena paling efektif sebagai pengendali.
Prinsipnya: pakai dosis terendah yang masih efektif, dan jangan memberi SABA saja pada asma persisten.
Sebelum menaikkan step, periksa dulu diagnosis, teknik inhaler, kepatuhan, dan pajanan pencetus seperti alergen dan asap rokok.
Regimen terapi jangka panjang asma anak dibedakan sesuai usia.
Untuk anak usia 6–11 tahun. Terapi bertingkat dalam lima step:
- Step 1 : ICS dosis rendah setiap kali SABA dipakai.
- Step 2: ICS dosis rendah setiap hari. Alternatifnya LTRA.
- Step 3 : ICS-LABA dosis rendah, ICS dosis sedang, atau MART dosis sangat rendah.
- Step 4: ICS-LABA dosis sedang atau MART dosis rendah.
- Step 5: rujuk ke spesialis untuk penilaian fenotipe dan terapi tambahan.
ASMA PADA ANAK
Definisi
Asma : penyakit saluran respirasi dengan dasar inflamasi kronik, menyebabkan obstruksi dan hiperreaktivitas jalan napas >> bisa memicu airway remodelling.
Ada 2 aspek : aspek kronik (kekerapan) dan akut (serangan)
Etiologi
adanya interaksi 2 faktor : host dan lingkungan
- Host : Genetik, ras, jenis kelamin, alergi
- Lingkungan : Polusi (asap rokok, tungau debu rumah, dll), infeksi (virus)
Patofisiologi
Pemicu >> Respon imun dominan : T helper 2, IgE, IgG4, IgG1 >> edema, hipersekresi, bronkospasme >> sesak napas, bunyi napas tambahan (mengi)
Diagnosis Asma
1. Anamnesis
- Gejala asma : batuk, mengi sesak, rasa tertekan di dada
- Trigger : infeksi, perubahan cuaca, emosi berlebihan, alergen
- Faktor resiko : atopi pada keluarga, pajanan hewan berbulu, infeksi saluran napas pada bayi
- Riwayat bronkodilator
- Komorbid/penyerta : rhinitis alergi, RSA, GERD, OSA, Obesitas
Karakteristik:
E episodisitas (berulang/kronis)
V/N variabilitas/nokturnal (muncul malam atau pagi)
T trigger (pencetus)
A alergi (riwayat atopi pada pasien atau keluarga)
R reversibiltas (perbaikan dengan obat pelega)
Kecurigaan asma : Gejala (batuk, mengi) + 2 dari karakteristik EVTAR/ENTAR
2. Pemeriksaan fisik
- Tanda-tanda alergi : Garis dennie morgan (mata panda), Nasal crease, allergic salute, geographic tongue
- Saat serangan : wheezing, retraksi, takipneu
3. Penunjang
- Evaluasi gangguan obstruksi : spirometri, peak flow meter >> menilai reversebilitas (peningkatan FEV1 >12% post bronkodilator pada spirometri, atau >15% pada PEF)
- Atopi : skin prick test, eosinofil darah, IgE total/spesifik
- lain-lain : Chest X ray tidak rutin, hanya untuk menyingkirkan ddx
Klasfisikasi Asma
1. Berdasarkan kekerapan (aspek kronik)
- Intermitten : Episode 1x sebulan atau jarang
- Persisten ringan : Episode 2x sebulan, tapi tidak >1x seminggu
- Persisten sedang : Episode >1x seminggu, tidak tiap hari
- Persisten berat : hampir setiap hari
2. Berdasarkan derajat serangan (aspek akut)
- Serangan ringan-sedang : tidak gelisah, kalimat, RR meningkat, retraksi minimal, SpO 92-05
- Serangan berat : gelisah, kata, RR meningkat, retraksi jelas, SpO <92%
- Ancaman henti napas : gejala berat ditambah letargi atau silent chest
Pada anak pra sekolah (<6 tahun) hanya 2, ringan-sedang dan berat/mengancam nyawa >> salah 1 saja kriteria terpenuhi, sudah masuk derajat berat
3. Berdasarkan derajat kendali
Dilihat dalam 4 minggu terakhir:
- gejala asma siang hari >2x seminggu
- Terbangun malam hari karena asma
- Penggunaan obat pereda >2x seminggu
- Keterbatasan aktivitas karena gejala asma
Terkendali penuh : tidak ada; Terkendali sebagian 1-2 kriteria; Tidak terkendali 3-4 Kriteria
Penulisan Diagnosis Asma : Kekerapan, Kejadian saat ini (tanpa gejala atau serangan dengan derajatnya), derajat kendali
Misal : Asma persisten sedang, serangan berat, terkendali sebagian
Tatalaksana Asma
1. Non-medikamentosa : edukasi, penghindaran faktor pencetus
2. Medikamentosa : reliever (aspek akut), kontroler (aspek kronis)
Pada serangan :
1. Ringan-sedang:
- O2 sesuai kondisi pasien
- SABA : pMDI dengan spacer atau nebulizer, diulang 3x dalam 1 jam tiap 20 menit
- Nebul ketiga bisa ditambah ipatroproum bromide
- Kortikosteroid sistemik (prednison/prednisolon) per oral : 1-2 mg/kgB/hari selama 3-5 hari
2. Berat
- Nebul SABA + Ipatroprium bromide
- Kortikosteroid sistemik 1-2 mg/kgBB iv
- O2 sesuai kondisi klinis pasien
Nilai respon terapi dalam 1 jam, jika membaik pulangkan
Penilaian sebelum dipulangkan
- Gejala membaik
- SpO >94%
- PEF membaik, 60-80% dari nilai prediksi
Saat rawat jalan:
- Pereda : sampai gejala hilang
- pengendali : disesuaikan berdasarkan derajat kendali
steroid oral : 3-5 hari
I’m giving away a new iPhone 18 Pro Max 🍎🔥
In exactly 24 hours, I’ll pick 8 random people from my replies to win.
RULES: like this post, comment “Ready” and follow me.
WORLDWIDE SHIPPING 🌍
Thanks and good luck ❤️
❗Help RT and Like❗
halooo manteman :) aku mau jualin semua ini, ada banyak pc" (dari album, pob, merch), polaroid, album sealed unsealed, boneka, sg23-26 (ada yg fullset sealed/unsealed), ada yg minat ga ya?
#wts#neosell
Fisiologi anak itu berbeda dengan kondisi dewasa. Proporsi cairan tubuh anak lebih besar dibanding dewasa, dan fungsi ekskresi dan dilusi ginjal belum matang, sehingga lebih sensitif terhadap pelepasan hormon ADH.
Dan pada kondisi anak sakit mudah terjadi pelepasan ADH akibat trigger non-osmotik (foto kiri). Konsekuensi fisiologisnya ADH ⬆️ > reabsorbsi H2O tubulus distal ⬆️ > Free water excretion 🔻 > volume plasma ⬆️ > Solute (Na) secretion ⬆️ (secondary natriuresis)
Kondisi ini disebut sebagai SIADH (Syndrome of Inappropriate ADH secretion).
Apabila cairan isotonis diberikan pada kondisi ADH meningkat, maka volume plasma bertambah dengan kemampuan ekskresi H2O ginjal yang berkurang, akibatnya dapat terjadi fluid retention dan overload, sekalipun konsentrasi Na masih normal (masking SIADH). Dan bila terus berlanjut maka juga bisa terjadi secondary natriuresis, yang menyebabkan Na loss via renal excretion (desalination).
Solusinya? Untuk maintenance pada kondisi pasien euvolemia dengan trigger ADH release yang tinggi adalah memberikan Dextrose + Hipotonis dengan 2/3 total kebutuhan maintenance.
Dengan demikian, kita mencegah terjadinya fluid overload dengan tidak memberikan jumlah cairan full maintenance pada kondisi ADH yang meningkat, dan membatasi jumlah solute (Na) sesuai dengan kebutuhan fisiologis pasien.
Kebutuhan Na bayi & anak = 2-3 mmol/KgBB/hari.
Gambar kanan menunjukkan algoritma pemberian cairan maintenance pada anak oleh Edelson et al. 2015.
(Turun kereta)
🧕🏽: “Pak, porter..”
👨🏽: “Alhamdulillah ada yang manggil saya. Makasih, Mbak, udah manggil.”
👨🏽: (nyapa temennya sambil sumringah) “Yeayy, saya udah dapet nih!”
🧕🏽: (dalam hati) “Kayaknya ini bapak dari tadi nunggu ada yang pakai jasa dia deh.”
Sambil jalan gue juga mikir, kadang Allah kasih kita rezeki bukan cuma buat kita sendiri. Bisa jadi ada rezeki orang lain yang Allah titipin lewat kita.
MasyaAllah 🥹🩷
Sehat-sehat bapak-bapak pejuang porter.
2 hari kemaren gw nangisini Oma karena awalnya di thread tiap promosiin dagangannya selalu di awali dengan kalimat “oma izin numpang promosi ya Kak, jangan dibully ya🙏🏻” terus cek toktoknya banyak yang nge-bully.😔💔
kayak boleh stop ga sih jadi jahat ke orang? ekonomi lagi susah, semua lagi sama-sama bertahan buat makan - as long kerjaannya halal ya udah, lagian ni yang ngebully juga belom tentu beli dagangan Oma kan? beliau juga dagang niat nge foto produknya di upload di thread dan lainnya🥹❤️
please be kind ya all, kalo gabisa jadi orang baik jangan jadi jahat juga.
Mas Haechan bestie aku, katanya kena “Radang Usus” karena bakteri (di video yang aku dengar), penyebabnya bisa macam-macam kalo karena infeksi bisa disebabkan virus, bakteri atau lainnya, secara umum disebutnya Gastroenteritis ada yang akut dan kronik tergantung lamanya.
CARA GAMPANG MENGHAFAL OBAT MALARIA… Catet! ✍️
Obat Malaria lini pertama itu cuma 2, Dihidroartemisin-piperakuin (DHP) sama Primakuin (P)
Dosis dan durasinya, berbeda tergantung jenisnya.
Pada intinya semua Malaria pasti dapat 3DHP, alias DHP 3 hari. Dosisnya, tergantung berat badan (tabel dibawah)
Untuk Primakuin, dosisnya selalu 0,25 mg/kgBB/hari. Durasinya yang berbeda.
Kalau:
- Tropika (P. Falsiparum) = 1 hari
- Tertiana (P. Vivax/Ovale) = 14 hari
- Quartana (P. Malariae) = DHP saja tanpa Primakuin
Jadi, kalau malaria pasti 3DHP, Primakuin pasti 0,25 mg/kgBB durasinya bisa 1 atau 14 hari tergantung jenisnya.
Halo warga twitter🙌🏻
Mau ikutan share, tolong bantu larisin ya. Terutama warga Puri Jakbar dan sekitarnya, di tengah kesulitan ekonomi ini mari kita saling bantu 🙏🏻🥺 Kalau kalian liat adik ini tolong bantu larisin dagangannya ya, adik ini jual roti pizza, dan masih lumayan banyak, jadi aku dan temenku inisiatif beli dagangan adik ini dan dia seneng banget.
cc : shellarossaa
warga Malang pliss kalo lewat blimbing dari arah arjosari sebelum pertigaan lampu merah Mcc kiri jalan ada bapak” jualan majalah atau buku gambar pliss beli meskipun ga butuh tapi buat bapaknya bisa buat beli makan🥺nyesel lagi ga bawa uang cash cuma bisa berdoa semoga bapaknya dimudahkan cari rezeki dan dilindungi Allah😢😢
13K Followers 2 FollowingWarna paling pigmented untuk kulit Indonesia
| Tips makeup dari basic sampai pro | BPOM | Halal |
The Legend Keeps Getting Better
605 Followers 371 FollowingProfessional laundry service /cuci kering/cuci setrika/cuci satuan, sepatu, bed cover, dll
layanan free antar jemputaundry
Jalan Mulawarman Timur no 84