Fathsick @fathsick
🖊Ghost Writer ⛅️Dreamkind 🎼Musicerbate In your attitude Joined July 2012-
Tweets7K
-
Followers192
-
Following211
-
Likes641
I’ve been following @bagus_muljadi, @AmirahWahdi , and @siputriwidi debating peatland fires. And I’m wondering: Are we trying to solve a problem, or competing over whose intellectual framework deserves authority? Bagus asks how peatlands burn and how we can predict the risks. Amirah asks who enables these fires and who should be held accountable. Putri questions whose knowledge is considered legitimate and how power shapes that legitimacy. THREE DIFFERENT QUESTIONS. ONE INTERCONNECTED SYSTEM. Physical science explains environmental mechanisms. Political investigation examines human decisions and institutional responsibility. Epistemic critique examines whose evidence gets recognized. None replaces the others. Bagus, I largely agree with your demand for scientific rigor. But “Orang UK pun—jangankan Sumatra” introduces an unsupported hierarchy into an otherwise defensible scientific argument. If you demand precision, practice it. Amirah, corporate accountability matters. But allegations require investigation, evidence, and causal attribution. Outrage identifies urgency; it doesn’t establish culpability. Putri, epistemic power matters. But exposing institutional bias doesn’t automatically validate or invalidate scientific findings. Challenge the hierarchy without replacing one unquestioned authority with another. Here’s what frustrates me: you’re defending different tools that could be used to investigate different parts of the SAME problem. Why turn complementary expertise into intellectual territorial warfare? You don’t need identical worldviews. You don’t even need to like each other. Agree on the objective. Define what each discipline can establish. Identify missing evidence. Challenge assumptions. Connect findings. Compromise on coordination, NEVER on evidentiary integrity. Good intentions alone aren’t enough. But if you’re concerned about the same disaster, surely collaboration is more productive than competing for epistemic supremacy. Intelligence doesn’t automatically produce coordination. Apparently, we’re watching that lesson unfold in real time. Talk to each other. Investigate together. Challenge each other. Build something useful. COLLABORATE, YOU MOTHERFUCKERS! THE PEATLAND IS STILL FUCKING BURNING.
Pelajaran berharga: ilmu pengetahuan dan sains itu politis, nggak pernah netral. Relasi kuasa (termasuk relasi kuasa berbasis bias kolonial) seringkali membentuk legitimasi soal siapa yang dianggap valid sebagai pemilik pengetahuan (knowledge holder).
Sanggahan utk @bagus_muljadi Bagus Muljadi benar di beberapa poin teknis: lahan gambut memang sangat sulit dipadamkan (butuh volume air sangat besar, water bombing mahal dan sering “hit and miss”), riset prediksi berbasis meteorologi-hidrologi-tutupan lahan berguna untuk early warning, dan tumpang-tindih wewenang pusat-daerah memang menghambat respons. Namun, keseluruhan framing-nya mengandung kelemahan serius yang membuatnya kurang berguna sebagai diagnosis kebijakan. 👇
Analisa yang menarik dari Bagus Muljadi mengenai fenomena kebakaran hutan saat ini. >Menurutnya, karhutla bukan lagi bencana nasional, melainkan internasional. >Di Indonesia, bukan paham kanan atau kiri yang menjadi perdebatan, melainkan daerah dan pusat. >Budaya mengenai
Saya 2 tahun kerja di BRGM kedeputian Litbang. Selama periode kerja BRG mungkin ada > 200 riset didanai, termasuk juga kerjasama riset dengan WRI, DHI, dll. Risetnya multidisiplin, bahkan interdisiplin. Kita ga kekurangan riset, tapi risetnya yg gak pernah diimplementasikan.
Analisa yang menarik dari Bagus Muljadi mengenai fenomena kebakaran hutan saat ini. >Menurutnya, karhutla bukan lagi bencana nasional, melainkan internasional. >Di Indonesia, bukan paham kanan atau kiri yang menjadi perdebatan, melainkan daerah dan pusat. >Budaya mengenai
Dear @X Gak semua orang butuh penerjemah otomatis. Gak semua orang cuma bisa satu bahasa kaya di Amerika sana. Matiinnya gimana?
❌ Dago Pakar ✅ Dago Goblok
Untuk saat ini, tuntutan demo yang membumi berasal dari: Aliansi GERAM. Sisanya, saya dukung sbg wujud dari demokrasi. Kebebasan berpendapat.., dan itu SAH. Terkhusus RUU Perampasan Aset, saya hanya mau infokan ke kalian: Hati-hati, jangan jadikan UU ini sbg UU ITE jilid 2. RUU tsb berbeda dari yg lain. Maka, jangan samakan proses legislasinya dgn produk hukum lain. Karna sekali disahkan, akan MERUBAH seluruh TATANAN HUKUM di Indonesia.
Pembuktian terbalik dalam RUU Perampasan aset ini gak jelas. Kenapa? Karna kita sbg warga sipil juga terkena dampaknya. Kalau teman-teman perhatikan, konsep pembuktian terbalik itu hanya dikenal dalam KEJAHATAN LUAR BIASA (extraordinary crimes). Contoh-> Tindak pidana korupsi
Pembuktian terbalik dalam RUU Perampasan aset ini gak jelas. Kenapa? Karna kita sbg warga sipil juga terkena dampaknya. Kalau teman-teman perhatikan, konsep pembuktian terbalik itu hanya dikenal dalam KEJAHATAN LUAR BIASA (extraordinary crimes). Contoh-> Tindak pidana korupsi dan Terorisme. Itu pun DIBATASI. Dan KETAT. Tapi oleh RUU ini, Pembuktian terbalik pun dipake untuk seluruh ASET yg DIDUGA berkaitan dgn SELURUH KEJAHATAN UMUM Contoh-> UU ITE, UU Lalu Lintas, DLL ( yg diancam minimal 4 tahun penjara) Kan gila ya. Kita yg gak punya Privilage seperti PEJABAT, tapi pembuktiannya HARUS sama seperti PEJABAT. Artinya, ada dua hal: - Jaksa pengacara negara cukup membangun “dugaan” dari PEMBLOKIRAN dan PENYITAAN. - kita sbg warga sipil HARUS merinci detail ttg aset itu. Bahasa sederhananya: Lah, lu yang DUGA kalo aset gue ini bermasalah. Kok gue harus menjelaskan ttg aset ini secara lengkap? Kan harusnya LU, bodoh. Dari yg awalnya beyond reasonable doubt beralih ke preponderance of evidence. Problematikanya: Banyak masyarakat kecil yg tidak tertib administrasi, asetnya bisa di rampas, karena: -tidak ada invoice lengkap; - tidak ada rekening koran rapi; - jual-beli tanah/bangunan di bawah tangan; - warisan tanpa akta pembagian; - hibah keluarga tanpa notaris. Kalian yg buru buru sahkan, gak baca pastikan nih RUU PERAMPASAN ASET? Pantes.
Perhatikan nih baik-baik. :) Di dalam Islam ada yang disebut sebagai Syahid al-'Isyq, yakni mereka yang mati karena menanggung beratnya jatuh cinta. Status mereka dihukumi sebagai syahid. Pertanyaannya, apakah mati karena jatuh cinta pada sesama jenis bisa termasuk juga? 🧵
Saya baru saja membaca kisah seorang ustad yang mengaku memiliki ketertarikan sesama jenis. Yang membuat saya berpikir bukan orientasinya. Tapi pilihannya. Ia sadar ada dorongan dalam dirinya yang bertentangan dengan keyakinan yang ia pegang. Ia pernah mencoba menikah, namun
ini method gw untuk stay sane being adult so far: 1. rajin mandi
ini method gw untuk stay sane being adult so far: 1. 1 bulan 1 buku (epub/borrow for free option) 2. 1 minggu 1 film 3. find new niche to explore & study about 4. party max 3x sebulan 5. ragewalk
Saya pernah mau bahas ini dari sisi pantun Betawi. Banyak orang mengira bahwa pantun, terutama pantun Betawi, (seakan-akan) "mewajibkan" kita untuk menyahut cakep. Kebanyakan orang menggunakan sahutan ini hampir pada setiap baris di bagian sampiran. Misalnya: Biru-biru bukannya kaèn (Cakeepppp!) Kembang melati di pelataran (Cakeepppp!) Sakit rindu bukannya maèn Si jantung ati punya lantaran Apakah sahutan seperti ini sebenarnya memang ada sebagai bagian dari seni pantun, khususnya pantun Betawi? Saya akan membahas ini dari sisi pantun Betawi, yang mungkin saja ada perbedaan dengan pantun dari daerah lainnya. Jadi, sebagaimana dalam pantun di berbagai wilayah di Nusantara, terdapat dua bagian, yaitu: sampiran dan isi, atau dalam istilah Betawi kulit dan isi. Pantun tersebut, di Betawi, umumnya memiliki 4 baris, dan sering juga 2 baris (pantun kontèt), meskipun terdapat pantun 3 dan 6 baris juga yang sangat jarang. Adapun sahutan "cakeppp" ini sebenarnya adalah senggakan, kalau dalam istilah Betawi. Senggakan ini umum diucapkan oleh alok (lawan bicara) dalam berbagai penampilan kesenian Betawi, seperti lagu, wayang kulit, dsb. Misalnya, contoh senggakan dalam lagu Jali-jali pada youtu.be/I2xdp8Al9oA?li… (05:05–05:10): Katènyè, dulu kotè Betawi ... (Témpo dulu, yè, Po'!) Nah, "témpo dulu, yè, Po' " di atas itu adalah salah senggakan. Jadi, senggakan itu dapat berupa perkataan apa pun yang, intinya, untuk "meramaikan" penampilan. Tidak harus cakeppp. Bisa saja lainnya, misalnya "hobat", "Apaan tu, Bang?", "ajib", dsb. Selain itu, tidak ada pakem posisi yang tepat untuk meletakkan senggakan ini, tetapi setidaknya ada hal yang harus diperhatikan dalam penempatannya, yaitu logis, karena senggakan ini kurang lebih seperti "interaksi" antara panjak (seniman) dan alok (lawan bicara). Dan senggakan ini sifatnya TIDAK WAJIB dan hanya sebagai "peramai" penampilan saja yang sifatnya spontan. Adapun untuk kasus pantun, bagian yang paling logis dan cocok untuk menempatkan senggakan ini adalah pada bagian antara kulit dan isi, seakan-akan untuk mengantarkan maksud pada isi yang dirimakan oleh kulit. Jadi, kurang lebih seperti ini: Biru-biru bukannya kaèn Kembang melati di pelataran –––––––––––––––––––––––––– (Cakeepppp!) Sakit rindu bukannya maèn Si jantung ati punya lantaran Umumnya, penempatan senggakan seperti ini. Dengan begini, pantun terkesan seimbang. Praktik ini yang sering dilakukan oleh banyak praktisi palang pintu. Adapun praktik yang biasanya dilakukan oleh orang awam dengan menempatkan Cakeppp hampir di seluruh baris pada sampiran atau kulit, ini adalah praktik yang pèdog (timpang) dan terlihat tidak seimbang karena senggakan yang digunakan sama pada kedua baris sampiran, sementara pada bagian isi sama sekali kosong. Ini tampaknya praktik yang agak keliru untuk menggunakan senggakan, apalagi dipahami sebagai "kanon" untuk pantun Betawi. Tradisi senggakan memang tradisi yang ada di kesenian Betawi secara umum, tetapi tidak pernah menjadi bagian kanonikal pada penampilan kesenian Betawi. Artinya, ini hanya sebagai "peramai" saja. Khusus untuk senggakan "Cakeppp" pada pantun, apakah sudah lazim digunakan dari zaman dulu pada pantun Betawi? Tampaknya, yang melazimkan senggakan "Cakeppp" pada pantun Betawi adalah acara Pesbukers pada bagian pantun masak aèr yang dilaukan oleh Bang Opie Kumis dan alm. Bang Sapri. Tapi, kalau diperhatikan, praktik penggunaan senggakan-nya pun masih cocok, yaitu di antara ujung kulit dan isi, tidak seperti praktik pèdog yang dilakukan oleh banyak orang sekarang ini. Coba perhatikan ini youtu.be/lP-W5Jb1ksk Masak aèr biar mateng Daon kélor di atas kedok –––––––––––––––––––––––––– (Cakep!) Sapri, lu jangan so' ganteng Mukè lu kayè telor kodok Sebenarnya, tidak ada masalah dengan senggakan semacam ini. Namun, dari sini, banyak orang kadung lumpar (terlanjur salah kaprah) dalam mengira dan menggunakan senggakan. Akibatnya, banyak yang menggunakannya terlalu sering dan kaga' keruan. Dari sini, para budayawan dan praktisi kesenian Betawi, tampaknya, terbagi dua mengenai hal tersebut: ada yang jeléh (muak) dan ada yang menerima (tentu, dengan penggunaan yang benar). Kalau pendapat pribadi saya, sebagai penikmat kesenian Betawi (bukan sebagai ahli), saya membebaskan saja mao lu paké entu senggakan, kè', engga', kè', sepanjang tahu cara menggunakannya dengan benar dan jangan ketelèngèsan (keterlaluan). Tampaknya, budaya ini, kemudian, juga "diimpor" oleh kawan-kawan kita dari daerah lainnya saat berpantun. Beberapa bulan lalu, saat saya di Kutai, salah satu dari mereka mengeluhkan mengenai "pengimporan" senggakan ini pada pantun mereka yang dilakukan oleh—katanya—institusi yang mengurusi kebudayaan di sana. Mereka menerjemahkan cakep (Betawi) sebagai gerécé (Kutai), yang—menurut perkataannya—kata tersebut kurang tepat dalam konteks ini apabila ingin digunakan. Kata tersebut, menurut pertuturannya, lebih berarti "indah" secara fisik daripada "indah" dalam konteks "mantap" sementara cakep di bahasa Betawi punya kedua makna tersebut. Orang tersebut mengeluhkan bahwa kebiasaan seperti ini menjadi "salah kaprah" baru di kalangan masyarakat sana. Simpulan: Dalam pantun Betawi, ada atau tidaknya senggakan bukanlah menjadi masalah. Hal yang terpenting, gunakan senggakan secara bijak dan benar.
Sahutan penonton "cakep" setiap setelah baris pantun tuh… ada istilah teknisnya kah? Sejak kapan populer di (hampir seluruh?) Indonesia? Kayak, sekarang setiap orang pantun seolah kudu dicakepin gitu 😔 malah seolah nggak afdol tanpa dicakep-cakepin kyk ???
And we actually have a trio that called MaPhilIndo who consist with Malaysia Philippine and Indonesia. Well our motto is "Putanginanjir Mak ko hijau"
@iamjoelee 너네 이웃은 너네나라를 사랑하니? 원래 가까운 나라일수록 사이 안좋은거야 멍청아ㅋㅋㅋ
Fun fact: every time you look at a clock, you are using a 4,000 year old idea. The reason we have 60 seconds in a minute and 60 minutes in an hour comes from ancient Babylonian mathematics, not modern science. The Babylonians chose 60 because it is incredibly practical. Sixty can be divided cleanly by many numbers at once, like 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, and more. In a world without calculators, decimals, or advanced algebra, this made fractions easy to work with, especially for trade, astronomy, and measurement. When later civilizations studied the sky, navigated oceans, and measured land, they kept this system because it already worked efficiently. That is why 60 seconds, 60 minutes, and 360 degrees survived thousands of years. Not because it was ancient, but because it was optimal.
There is a 2 digit number that is divisible by 1,2,3,4,5,6.
Slash gives a surprise to some kids who are covering Guns N' Roses. Love the fact that Slash didn't distract the lead vocalist who was doing such an awesome job. When she realized that Slash was actually there, her look was priceless!
MayaMagicSmile @Lensar159125562
2 Followers 87 Following Aku mulai paham bahwa menjaga diri sendiri juga bentuk kasih sayang. Kalau kalian, pilih apa?
Lukman IkhsanArief @Lukman_arief27
1 Followers 53 Following
Asbet s @asbet_s
3 Followers 17 Following
Penduduk Air Tawar @deadwood6666666
20 Followers 141 Following
captcroy @captcroy
65 Followers 574 Following
Karna Setiawan @KarnaSetiawan13
52 Followers 778 Following
Muhamad Nurudin Sofan @Nurdinsofan
4 Followers 76 Following no matter what people say! enjooooyyy aja brooo
Nandakawee @NandaKawe
229 Followers 307 Following *ONLY ENTRY NO EXIT* what you do is your business!!
cloudia queen bashel @queenbashel
495 Followers 267 Following
Firmansyahamran @Firmansyahamra1
23 Followers 76 Following Universitas Andalas Fakultas Hukum 12 Magister Hukum 18
AnaIrham @AnaIrham3
3 Followers 90 Following
Cantika Audrey @CantikaAudrey4
4 Followers 394 Following
Sosmed_Store.Trused @SosmedStore
15 Followers 265 Following MUDAH DAN TERJAMIN Order Tanpa Membutuhkan Pasword, Cukup Username/Link 💻 Owner / IG: m_yunss 📸Instagram DLL. Payment⤵️ Bank : BNI 💳 BRI • WhatsApp Klik⤵️
Angga Seppratama Putr... @aannggaass
364 Followers 629 Following Orang yang asli di Instagram 🔴⚫️#VivoAzzurro
MusicLinkUp @MusicLinkUp
200K Followers 185K Following Business Focused Music Networking. Connecting all the World's Music Professionals. The #LinkedIn of the Music World. (Use @MusicLinkUpHelp for customer service)
Yarcillia @yarcillia
427 Followers 216 Following
Chintya Oktaviarni @chintyaokt
444 Followers 290 Following i life, i love, i cry, i lose, i bleed, i scream, I LEARN.
Rian @MakyoRio
4 Followers 72 Following
Jumfanni Ichwal @j_ichwal
24 Followers 138 Following Kabid PAO HMI Cab. Padang (2014-2015),, Pecinta Kebenaran,, and Suka Tahu Goreng,, ^_^
Rama Kusuma Kurnia P @Rasyhid
297 Followers 2K Following “Living for adventure and new ideas | Marine | Believer in progress, purpose, and passion.”
caca @caesariacaca
495 Followers 1K Following
Budi handoko @Budihan3636
232 Followers 590 Following
Lina Angel @linaangel97
34 Followers 272 Following
Reza little of smoke @rezaadipratam12
29 Followers 721 Following NTN KERJA MAIN KADANG KANDANG NGANGENIN
Fadhil Fuad @FadhilFuad4
29 Followers 173 Following
Shony Jos @shonyqcay
29 Followers 254 Following
Rezki Rahmatullah @RezkiRahmatull1
15 Followers 113 Following
Fernando sinaga @14ae3bfd3eb14a1
1 Followers 8 Following
Adi Supardiman @Supardiman08
44 Followers 336 Following mncoba buat yg trbaik..!!! dan akn trs brusaha buat mmbhgiakn k'2 ortu
SOLIDARITASMAHASISWA @somasiFHUA
67 Followers 157 Following Official Twitter Account of KAM SOMASI Fakultas Hukum Universitas Andalas
ferdhy aswindo @vezkho06
124 Followers 266 Following Saya adalah apa yang saya pikirkan dan orang lain nilai...just simple
Moh Fajar Mahardhika @fajarmahardhika
399 Followers 357 Following
NAYA RIVERA @nadiansr
454 Followers 482 Following sederhana-mempesona, too much stalk-too much assumptions. SnowWhite addict. Wcksn
Dheniel firdaus @Dhenilsmc
73 Followers 322 Following ♥God,fams,n @rhenaboesman in my life...:*♥ kakaotalk,line:dhenarhe wechat;azenk_dhe♥
Rakyat @andikomulyadi
130 Followers 318 Following
Für Elise @mrcorleoneeeeee
2K Followers 2K Following Just a small anomaly outside the normal distribution
Abah @embah72
17K Followers 8K Following Bukan Orang Bayaran, No SARA, Hanya Orang Biasa Yang Melawan Kelompok Perusak NKRI. NKRI & PANCASILA HARGA MATI !!
intinyadeh @intinyadeh
280K Followers 2 Following Executive summary buat thread panjang dan drama Twitter. Request rangkuman tinggal mention. Business inquiries: DM or mail to [email protected] ✉️
Pak Win #GrowWin @AsahPolaPikir
79K Followers 444 Following Sedang membangun https://t.co/xVHQ7NVSWv (aplikasi belajar ilmu teknis bisnis no 1 di Indonesia).. dan juga aplikasi Winkatsu (aplikasi latih otak anak)
KontraS @KontraS
238K Followers 442 Following Komisi untuk Orang Hilang & Korban Tindak Kekerasan | [email protected] | English version: @KontraSupdates
Yosef Kelik @sefkelik
30K Followers 1K Following 🏛 cuma staf museum / 🇮🇩 yaminis ber-bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa / 🚼 peracik nama & jenama @astunamisae / (III+) milanista tipe hahahihi
Loudwire @Loudwire
599K Followers 2K Following Your No. 1 source for rock and metal subculture 🤘🏿🤘🏾🤘🏳️🌈🏳️⚧️
Teguh Aprianto @secgron
80K Followers 283 Following Cybersecurity Consultant | Founder of Ethical Hacker Indonesia | Periksa kebocoran data kamu di https://t.co/QU45vTta9s | OSINT? Use https://t.co/34X1DJe0gE
Ayang Utriza Yakin @Ayang_Utriza
116K Followers 542 Following Assistant Professor of Islamic Studies at the Sultan Omar 'Ali Saifuddien Centre for Islamic Studies (SOASCIS), Universiti Brunei Darussalam (UBD).
Ismail Fahmi @ismailfahmi
189K Followers 2K Following Founder of Drone Emprit and Media Kernels Indonesia https://t.co/xZWsbhuNP4 https://t.co/nW2ZRuTTor #datascience #OSINT
SERIE A LAWAS @SerieA_Lawas
98K Followers 3K Following #FORZASERIEA email: [email protected] youtube: Serie A Lawas tiktok: @seriea_lawas IG: @seriea.lawas90 https://t.co/fdmJpFjYBv
Mahmud Syaltout @syaltout
13K Followers 4K Following Chevalier d'Ordre des Palmes académiques; Sorbonnard; Lecturer #Geopolitics #Cyberspace #DigitalDiplomacy #FrenchPolitics; Banser; Ansor; LAKPESDAM; NU
cloudia queen bashel @queenbashel
495 Followers 267 Following
Arsip Nasional RI @ArsipNasionalRI
79K Followers 79 Following Akun resmi yang dikelola Biro Hukum, Kerja Sama, dan Humas ANRI. Informasi seputar kegiatan, program, kebijakan ANRI serta penyelenggaraan kearsipan nasional.
Asumsi @asumsico
337K Followers 2 Following Current Affairs & Pop Culture | Kami mendengar semua orang | [email protected] | Newsletter: https://t.co/4C1daw7gd3 I https://t.co/SjgBOSgBJO
Oman Fathurahman @ofathurahman
28K Followers 1K Following Guru Besar Filologi FAH UIN Jakarta I Keeping Indonesian manuscripts alive I Cipasung-Haurkuning-Huda | Pengasuh Al-Hamidiyah I Pengampu NGARIKSA I DREAMSEA
Bonnie Triyana @bonnietriyana
90K Followers 2K Following Sejarawan. Redaktur senior @historia_id. Pegiat @MultatuliMuseum. Dosen tamu di @ReinwardtAcad. Perkakas Partai @PDI_Perjuangan, Petugas Rakyat di Senayan.
Sam Ardi @Sam_Ardi
52K Followers 1K Following Assistant Professor of criminal law. SH @UB_Official, MH @Undip, & Dr. @Undip, all specializing in cyber criminal law with a dissertation focusing on cybercrime
アルダ🍃🌞 @aldapstsr
209K Followers 2K Following Minding my business, staying in my lane, alive and well ✧(◕ᴗ◕✿) | Inq [email protected]
Яizal do @afrkml
388K Followers 11K Following • A Nurse & Healthy Lifestyle/First Aid Educator — 🔥 business inq: 089608669375 (Piya) • Bantuin kamu hidup sehat & produktif di X •
Divisi Humas PoIisi B... @fajar17
166K Followers 3K Following akun kerja parodi 🎏 business inquiries: @_devalo (DM)
Schole ID @schole_id
17K Followers 93 Following Bentuk pembelajaran filsafat yang berbasis waktu luang. Donasi sukarela: https://t.co/DXBZJGmoQl (kumpulan utas bisa ditemukan di Likes)
El Saripo @inboundandhot
15K Followers 529 Following Cub reporter covering national security and whatnot. On a mission to make complex topics understandable.
Sejarah Indonesia @SejarahRI
229K Followers 108 Following Indonesia Punya Cerita. || Yg punya Gudangnya Buku Lawas @WarungSejarahRI | FB: Sejarah Indonesia
Nandakawee @NandaKawe
229 Followers 307 Following *ONLY ENTRY NO EXIT* what you do is your business!!
IG: WarungSejarahRI @WarungSejarahRI
49K Followers 260 Following Jual buku Lawas Langka & kuno | TLP/SMS/ WA 081326969678 | Klik Link untuk pemesanan 👇
Voidotid @voidotid
37K Followers 10 Following Jurnalisme Rasa. Memori. Bernas. Tulisan Seri | Waktunya merevolusi pemberitaan. Ikuti kami! | Instagram: @voidotid TikTok: @voidotid
KomikAnus @KomikAnus
59K Followers 65 Following KOMIKSTRIP RELIGIUS. (18+) | Cek likes buat yg mau baca komik gua. | Terbit: Sesuka hati | Instagram: Kebanned, fak
Remotivi @remotivi
117K Followers 295 Following Pusat Studi Media dan Komunikasi • Berdiri sejak 2010 • Kontenmu ditangguhkan Komdigi? Lapor ke: https://t.co/XzyCJCf9MG
ClickUnbait @ClickUnbait
55K Followers 55 Following Lebih dari sekadar memerangi judul clickbait-y, untuk Indonesia yang lebih baik. Lisensi & merek dagang: Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International
Historia.ID @historia_id
390K Followers 59 Following Masa Lampau Selalu Aktual. Media sejarah populer pertama di Indonesia. Kontak konten/bisnis: [email protected].
dari halte ke halte @drhaltekehalte
219K Followers 19 Following Memberi rekomendasi tempat makan, ngopi & menarik lain di ibukota kuliner nusantara Jakarta dan Bodetabek dengan naik transportasi umum.
Terrible Maps @TerribleMaps
1.8M Followers 1K Following The home of terrible maps with a pinch of humour [email protected]
Mahfud MD @mohmahfudmd
4.5M Followers 627 Following Guru Besar Hukum Tata Negara. pernah jadi Menko Polhukam, Ketua MK, anggota DPR, dan Menhan.
Duff McKagan @DuffMcKagan
1.1M Followers 963 Following Guns N' Roses, NY Times Bestselling Author. SirusXM weekly radio show Three Chords & The Truth ch.38















































