1. Jam kerja gw udah separah itu, ya masa weekend ngga boleh istirahat? Harus banget bikin jadwal Sabtu-Minggu jam 07.30-16.30?
2. Gw bilang ada kelas wajib di gereja, malah balesnya bilang ini dipantau direksi. Maksud lo direksi posisinya di atas Tuhan gw?
Masih mencoba sopan, gw nanya batch berikutnya kapan. Dia bilang tanggal 22-23 Agustus. Sampe gw confirm, Sabtu-Minggu bu?
Balesnya malah nanya gw direktorat apa. Lha lo kan pegang data gw. Mau mengintimidasi biar gw takut diaduin?
Udah 3 minggu lembur terus, seringkali sampai di atas jam 10 malam, bahkan sampai jam 2 atau 3 pagi. Weekend pun meeting online. 17 Agustus diminta masuk kantor.
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa.
Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour.
Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan.
2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia.
2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka.
Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis.
Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia
13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut.
30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa.
April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya.
BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga.
--
Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya.
BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab".
Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu?
BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal.
Secara bisnis, ya, mereka rugi.
Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan?
Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"?
1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi.
2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai.
3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan.
4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri.
Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem".
Itu namanya kegagalan sistem!
Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan.
Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah.
Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban".
Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit.
Rencana masa depan yang sederhana, bukan?
Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya.
Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya?
Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana.
Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang
Pindah dari Oktober, sampe sekarang uang pindah belum cair.
Kosan 2 bulan juga belum cair.
Perdin keluar kota bulan November belum cair.
Banyak banget utang kantor ke gw.
Belum ada target diuber2 di luar KPI.
Belum Cuti Natal ngga boleh.
Gimana ini biar motivasi tetap terjaga. 🥴
Hahahahahaha... Benar ini... Ibadah agama lain harus dilarang. Pokoknya dipersulit.
Yang boleh ibadah sesuka hati hanya agama saya. Hahahaha....
Para warga yang berhasil melarang ibadah agama lain seperti ini pasti mendapat pahala besar karena membuat bangga agama saya. Hahahaha....
Orang-orang itu pasti bangga.
Hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha... negara komedi!
Misa Natal di Depok Dibatalkan, LBH GEKIRA: Negara Tak Boleh Kalah oleh Tekanan Sosial
Pembatalan pelaksanaan Misa Natal 2025 di Wisma Sahabat Yesus (WSY), Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, menuai perhatian publik.
Keputusan tersebut diambil setelah musyawarah
@KatolikG Merayakan Natal WAJIB di rumah ibadah,
Mau buat rumah ibadah DIPERSULIT,
Merayakan Natal di Gedung DILARANG,
Akhirnya merayakan Natal selain di rumah ibadah, sudah seperti menyelenggarakan rapat PKI, diem2, sembunyi2, tanpa ada spanduk, tanpa ada plang, krn takut DIBUBARKAN
@KatolikG@agama_nusantara Mereka pikir kebebasan beribadah tu seperti demokrasi, yg minoritas harus terus menerus tunduk sama mayoritas.
Kayak gini aja pemerintah gak berani sama sekali bertindak. Lalu ngapain ada pancasila dengan jargon bhinneka tunggal ika???
😵
Tahun ini lebih emosi liat berita begini. Jangankan ibadah yg dibatalkan, mau izin cuti buat merayakan dan ibadah aja ngga dikasih, sehari doang ngga boleh, disuruh masuk setengah hari. Emangnya mereka mau kalo abis ibadah setahun sekali di lapangan masih disuruh masuk kantor?
Yup Kami selalu “diminta”menghormati perbedaan demi kenyamanan bersama.
Pesan mereka selalu terngiang:
“Ingat merayakan kegiatan keagamaan harus di tempat ibadah ya, bukan di gedung, rumah apalagi di jalan raya.”
Dari minggu lalu terlalu lelah dan sibuk sendiri menghadapi drama larangan cuti akhir tahun, bahkan bagi yg merayakan Natal, sampe ngga update ada kehebohan lain di luar sana.
Wow. Just wow.
Komedi Akhir Tahun: 25 Desember sebagai Hari Mualaf Sedunia
Seperti sebelum-sebelumnya ketika tirai bulan Desember mulai terbuka, maka muncullah drama usang yang terus dimainkan berulang, kita disuguhi tontonan tahunan yang menggelikan sekaligus memprihatinkan. Siklusnya dimulai
@ninsh1t@cobacobabudi@xssaadeputra@radenfaizz Dia kenapa sih maksa banget cewe yg paling rugi kalo pacaran. Emang di pikiran dia, orang pacaran tu gmn sih. Atau mungkin pertanyaannya, what did he do to his girlfriend back then?
@livngn Tapii skrg adek gw wajib manggil cowo gw pake Mas walaupun mereka seumuran. Enak aja manggil gw Mbak, tp manggil cowo gw nama. Kan gw jadi merasa terekspose tuanya yeh. 😤 Boleh manggil dia nama, tp panggil gw pake nama jg dong, which I really don’t mind actually.
@livngn Bokap gw & semua adeknya manggil satu sama lain nama aja, ngga pake mas, mbak, ato kak. Di keluarga besar jg ngga ada tradisi cium tangan, adanya cipika cipiki. Jadi gw yg canggung kalo ketemu ortu temen mesti cium tangan, paling mentok salaman aja sambil sedikit membungkuk. 😂
When you meet someone with the same maturity level, the same communication capability, the same level of sincerity, responsibility, and many other aspects, things will be much easier.
Never ever lower your standard just for the sake of being with someone else. Not worthy at all.
Dulu suka takjub liat temen kantor yg tiap jam istirahat, ato pas lg kosong, selalu video call sama istri & anak2nya.
Well, ternyata video call setiap malem buat update cerita hari itu, dan setiap pagi sekedar buat bilang selamat pagi, itu hal yg mungkin dan sangat wajar.
114 Followers 889 Followingsolusi untuk kecantikan dan kesehatan dari luar dan dalam
more info
BBM : 587A848B
WA : 081908308667
line Id: inianuraini
Instagram : inianurainimomentjaktim87
125 Followers 2K FollowingAllah is my Lord, Islam is my life, Qur'an is my guide, Prophet Muhammad is my role model, and Heaven is my goal ! friendly and easy going.
2.3M Followers 52 FollowingCurating cinema history, scene breakdowns, and film analysis.
Every Movie Plug 🔌 is only on X - not on other social platforms.
524K Followers 3K FollowingSocial Media Party | Objectivity, Fairness and Justice for All | Non-Populist Party | Common Sense Party | Empowering People | No = 99
3.3M Followers 826 FollowingYour leading source for quick reliable news. Home for healthy and liberating discussion on all things pop culture. (Affiliate links shared earn us commissions)
10.1M Followers 40 FollowingThe official Twitter of BMKG Indonesia - Twitter resmi BMKG - Informasi Cuaca, Iklim, dan Gempabumi di Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
19K Followers 577 FollowingKomunitas orang muda untuk advokasi, kajian, dan edukasi pencegahan bunuh diri di Indonesia. 👉🏼Kami bukan pusat krisis/bantuan.