akhirnya ngewe juga guys. aku jebak dengan cipok2, trus aku pijitin pahanya nyerempet ke selangkangan.
awalnya cuma senyum2 doang, trus krna aku ganti ke baju dinas, dia tiba2 bilang...
him: "sini aku nenenin deh"
aku cuma senyum nakal aja. dan menikmati setiap hisapannya.
Kita lihat, kuat sampai kapan dengan kondisi seperti ini. Dibilang salah pilih? Ya memang dari awal terlalu gegabah ketika mengambil keputusan sebesar ini
Dibilang capek ya capek bgt, tapi bertahan karna suatu hal. Mau cerita ga pernah bisa cerita. Setiap cerita justru aku yang jadi salah. Dia ga pernah mau nerima kalau sebenernya dia salah dan selalu aku yang dicari kesalahannya untuk menutupi kesalahannya
Ngerasa capek udah berusaha selalu melakukan dan mengusahakan yang terbaik tapi cuma dianggap angin lalu. Lebih suka mencari kesalahan yg sebenernya ga patut dipermasalahkan ketimbang menghargai
nemu tools wallet tracker yang cukup unik
simpelnya, ini tool buat ngeliat wallet itu pernah nge-bridge dari chain mana ke chain mana, jadi kita gak perlu buka explorer satu per satu.
nah yang menarik, tool ini gak cuman nunjukkin tujuan bridgenyandoang, tapi juga ngebantu ngeliat perjalanan modal sebuah wallet.
contohnya nih:
ETH
↓
Base
↓
Solana
↓
Robinhood Chain
terus cara pakenya:
kalo kalian nemu wallet yang menarik karena:
- sering early masuk
- profitable
- akumulasi token tertentu
- aktif di beberapa chain
ya tinggal cek address-nya di WhereDidTheyBridge.
terus lihat tuh:
Source Chain
↓
Bridge
↓
Destination
↓
Timing
↓
Aktivitas setelah bridge
misalnya beberapa early buyer sebuah token ternyata sebelumnya sama-sama:
Ethereum → Robinhood Chain
dalam waktu yang berdekatan.
bisa jadi clue kalo ada capital rotation yang sama.
kita juga bisa pake tools ini buat melengkapi GMGN, Cielo, Moby, or wallet tracker lain:
Find Early Wallet
↓
Check PnL / History
↓
Where Did They Bridge?
↓
Cari asal modal
↓
Lihat aktivitas setelah bridge
↓
Cari pola / cluster
↓
Baru masuk Decision Layer
jadi menurut gw, ini lebih cocok dianggep as cross-chain capital-flow layer.
buat strategi kayak trenching Solana/RH/EVM, tool ini cukup berguna buat menjawab satu pertanyaan yang sering kelewat:
wallet x sering muncul di chain ini, tapi modalnya sebenarnya dateng dari mana sih?
selain bisa buat trenching, dia juga bisa buat nambah conviction di sektor lain kayak LP, arbitrage, farming, or sekedar pengen ngerti kemana aja dia mindahin dana.
linknya:
wheredidtheybridge.com
You can now ask Claude where a wallet bridged.
New: the WhereDidTheyBridge MCP server. One prompt to set up, works in Claude Code, Cursor and any MCP client. Bridge history, counterparties and swap decoding, mid-conversation.
Free to start.
Our latest research paper explores the growing connection between AI and digital assets and explains why broad AI adoption may drive new demand, utility and applications across the digital asset economy. blackrock.com/us/individual/…
habis baca penjelasan Tomb, menurutku strategi ini sebenarnya cukup sederhana, (mirip Akashi Zone malah).
jadi dia tuh gak mengejar fresh launch atau first pump, fokusnya malah lebih ke mencari coin yang udah pernah nunjukkin power, terus dia nunggu hypenya cooling down dan masuk lagi di area demand yang udah kebentuk sebelumnya (liat di artikel asli dia)
stratnya gini:
1. Cari former runner
targetnya umumnya coin yang udah berumur 2–8 minggu terus pernah mengalami strong move.
logicnya: coin itu udah ngebuktiin kalo market pernah ngasih attention sama liquidity.
filter awal yang dia contohin:
- Market Cap: > $3M
- Liquidity: > $250–500K
- Volume: > $1–2M
angka ini bukan aturan wajib ya, lebih ke sebagai filter buat mempersempit battlefield.
2. Jangan mengejar first pump
ketika coin mulai vertical, biarin aja pump pertama lewat.
nanti setelah hype-nya down dan early buyers mulai mengambil profit, tunggu harga melakukan retracement.
nah yang kita cari gak cuman coin yang udah turun 50%, tapi retracement menuju area demand yang sebelumnya ngehasilin expansion gede.
3. Cari previous demand zone
biasanya kita pasti nanya pricenya udah turun jauh tuh, berarti sekarang udah murah bang?
poinnya disini, tugas kita tuh nyari tau beneran gak area ini tuh jadi zone utama? soalnya kita nyari buat entry, soalnya kalo bener harusnya market sebelumnya udah nunjukkin respons kuat di sana.
4. Entry lewat bounce atau accumulation
ada 2 setup utama:
Bounce: harga balik ke demand zone terus nunjukkin rejection dan mulai naik.
Accumulation: harga bertahan di area tersebut tanpa langsung breakout, kalo zone cukup lebar atau bottomnya sulit ditentuin, posisi bisa dibangun secara bertahap via DCA.
Accumulation tuh gak harus selesai dalam satu hari, contoh yang dibahas bahkan berlangsung sekitar 20 hari.
5. Gunain socials sebagai quality check
Setelah chart nunjukkin setup yang menarik, baru cek kondisi sosialnya:
- X masih aktif?
- Narrative masih hidup?
- Sentiment masih ada?
- Dev/project masih reasonable?
jadi socials bukan trigger utama.
Chart nemuin setup. Socials membantu mastiin coin tersebut belum beneran dead.
6. Targetin second move
tujuannya bukan nangkep seluruh perjalanan coin or nyari 100x.
fokusnya justru nyari second expansion setelah retracement, dengan contoh target sekitar 2–4x.
setelah move tersebut terjadi, ambil profit sesuai rencana, gak perlu terlalu terikat sama projectnya lah, soalnya yang diperdagangkan itu price action setelah retracement.
jadi kalo gw rangkum, intinya
former runner → tunggu first pump selesai → retracement → previous demand → bounce/accumulation → entry → second move → 2–4x → exit.
so, The Trench Strat lebih tepat dipahami sebagai demand-retest / second-leg continuation strategy, gak cuman buy the dip ya!